Mr. Babah

Penjaga Kandang VPN.BABAH.ORG

Jenis-jenis Air

  • Minggu Mar 2,2008 04:06 PM
  • By Babah
  • In Kesehatan
0 Flares Filament.io 0 Flares ×


Dalam kondisi tertentu, 5 jenis air berikut ini bisa menjadi nitrit dan zat lain yang beracun dan merusak, dapat menyebabkan kerusakan tertentu terhadap tubuh manusia

Air Usang:
Atau yg dikenal [Air Mati], artinya air yg sudah tersimpan lama dan tidak digunakan [diminum]. Jika sering mengonsumsi air demikian, dapat menyebabkan metabolisme sel anak-anak yg belum dewasa melamban, akibatnya mempengaruhi pertumbuhan tubuhnya, penuaan pada laki-laki setengah umur akan bertambah cepat, rasio terjadinya penyakit kanker lambung dan kanker kerongkongan di sejumlah besar daerah terus meningkat, ini mungkin berhubungan dengan seringnya mengonsumsi air usang. Zat beracun dalam air usang akan terus bertambah dan bertambah seiring dengan masa penyimpanan air.

Air Mendidih Lama:
Adalah air yg sudah mendidih sepanjang malam atau sudah lama di kompor. Air demikian, karena dimasak terlalu lama, sehingga zat yg tidak menghawa dalam air seperti kalsium, magnesium atau kandungan logam berat lain dan nitrit sangat tinggi. Jika minum air seperti ini dalam jangka panjang, dapat mengganggu fungsi lambung dan usus, terjadi diare sementara, perut kembung, nitrit yang mengandung racun dapat mengakibatkan organisme kekurangan oksigen, jika parah bisa pingsan dan kejang, bahkan kematian.

Air Panci Kukus:
Adalah air kukusan mantou atau air sisa kukus, air panci kukus yang digunakan secara berulang-ulang, kepekatan nitritnya sangat tinggi. Jika sering mengonsumsi air demikian, atau memasak bubur dengan air demikian, dapat menyebabkan nitrit keracunan, kerak kerap meresap ke tubuh mengikuti air, dapat menyebabkan perubahan patologis pada sistem pencernaan, saraf, saluran kemih dan pembuatan darah, bahkan mengakibatkan penuaan dini.

Air Yg Tidak Dimasak:
Air ledeng yang kita konsumsi, semuanya melalui proses klorin. Dalam air yang diproses klorin dapat memisahkan 13 jenis zat merugikan, di antaranya hidrokarbon halogen, klorofom yang berefek menyebabkan kanker dan cacat. Saat suhu air mencapai 90 °C, kadar hidrokarbon halogen yang semula 53 mg/kg-nya naik menjadi 177 mg, 2 kali lipat lebih tinggi dari standar kesehatan air minum nasional yang ditetapkan. Ahli terkait menuturkan, bahwa kemungkinan terjangkit penyakit kanker kandung kemih dan kanker poros usus dengan mengonsumsi air yang belum dimasak meningkat 21-38 %. Ketika suhu air mencapai 100 °C, kedua zat yang merusak ini akan berkurang drastis seiring dengan penguapan, dan aman dikonsumsi jika di-didihkan lagi selama 3 menit.

Air Yg Dimasak Kembali:
Ada yg terbiasa minum air yang dimasak kembali dari air yg tersisa dalam termos, tujuannya adalah menghemat air, menghemat batu bara [gas] dan waktu. Tapi “penghematan” ini tidak layak. Sebab air yang sudah dimasak kemudian direbus lagi, membuat air menguap lagi, sehingga dengan demikian nitritnya akan meningkat, dan jika sering mengonsumsi air demikian akan terjadi penumpukan nitrit di dalam tubuh.

AIR LAIN

Banyaknya produk-produk baru yang beredar di pasar sering kali membuat Anda bingung memilih produk mana yang paling cocok dengan Anda. Tak terkecuali dengan air minum dalam kemasan. Begitu banyak macamnya disertai dengan proses yang berbeda-beda plus trik-trik salesman dalam menjual produk mereka dapat semakin membikin anda bingung. Dibawah ini adalah sedikit informasi yang mungkin anda perlukan dalam memilih air minum yang paling sesuai untuk Anda.

Reverse Osmosis (R.O.)
R.O. adalah proses purifikasi air yang pada pokoknya digunakan untuk menghilangkan kadar garam air laut. R.O. memberi tekanan untuk membalik aliran alami air, memaksa air untuk bergerak dari konsentrasi lemah ke konsentrasi lebih kuat. Membran setengah pori menyerap, membiarkan air untuk melewatinya, tapi memblok molekul-molekul garam yang lebih besar. Hasil akhirnya adalah air tanpa garam.

Proses R.O. efektif membersihkan air dari garam dan menyediakan air bebas mineral untuk digunakan di tempat foto/percetakan. Air dari R.O. juga ideal untuk mengisi batere mobil. R.O. dapat menyaring bakteria dan organisme yang menyebabkan penyakit (pathogen). Tetapi, walaupun pori-pori di membran dapat memblok molekul berstruktur besar seperti garam, bahan kimia yang lebih berbahaya seperti pestisida, herbisida, klorin, dll (yang mempunyai molekul lebih kecil dari air) dapat melewati pori-pori tersebut.

Kelemahan yang lain, R.O. sebagai metoda untuk purifikasi air menghilangkan mineral2 yang alami yang menyehatkan dalam air tersebut. Mineral-mineral tersebut tidak hanya memberi rasa yang segar, tetapi juga sangat membantu fungsi vital daripada tubuh kita. Air, jika tanpa adanya mineral, pada dasarnya sangat tidak baik untuk tubuh anda. Air tanpa mineral bersifat lebih asam, hal ini dapat menyebabkan keroposnya tulang dan gigi anda.

Destilasi
Proses destilasi menggunakan sumber panas untuk menguapkan air. Tujuan dari destilasi adalah memisahkan molekul air murni dari kontaminan yang punya titik didih lebih tinggi dari air. Destilasi, mirip dengan R.O., menyediakan air bebas mineral untuk digunakan di laboratorium sains atau keperluan percetakan. Destilasi membuang logam berat seperti timbal, arsenic, dan merkuri.

Meskipun destilasi dapat membuang mineral dan bakteri, tapi tetap tidak bisa menghilangkan klorin, atau VOC (volatile organic chemicals) yang mempunyai titik didih lebih rendah dari air.

Destilasi, seperti halnya R.O., memberikan air bebas mineral yang bisa berbahaya bagi tubuh karena keasamannya. Air bersifat asam dapat merampas kandungan mineral dari tulang dan gigi.

Tentang air isi ulang
Kebanyakan air isi ulang adalah air destilasi yang mengosongkan semua manfaat air bagi tubuh anda (penghilangan mineral dan zat-zat yg berguna bagi tubuh). Dan lagi, ada sebagian depot air isi ulang yang langsung memakai air ledeng untuk pengisian botol gallon. Bukankah hal tersebut sangat mengerikan? Sayangilah tubuh Anda.

Oksigen yang dapat diminum?
Air oksigen/heksagonal dengan berbagai merek telah meng-klaim bahwa kandungan oksigen dalam produk mereka adalah sampe 10x lipat dibanding air biasa. Benarkah? Banyak iklan mengatakan tubuh dapat menyerap ekstra oksigen dalam air, yang menimbulkan meningkatnya stamina, memperpendek waktu istirahat, dan menjernihkan otak dan pikiran. Human Performance Research Lab di University of Wisconsin, La Crosse telah mengadakan riset untuk membuktikan klaim-klaim dari berbagai merek air oksigen.

Riset
Dipimpin oleh John Porcari, PhD, tim riset merekrut 12 pria-wanita sehat umur 18-25. Dibagi dalam 2 grup, peserta secara acak diberi air minum biasa atau air oksigen. Setelah minum, peserta dipersilahkan duduk selama 5 menit dimana para peneliti mengamati detak jantung, tekanan darah, blood lactate, dan konsumsi oksigen. Berikutnya, melakukan multi-stage VoO2 max test diatas treadmill. Di akhir test, peserta diukur detak jantung, tekanan darah, ratings of perceived exertion (RPE) dan konsumsi oksigen (VoO2). Blood lactate juga diukur di waktu-waktu penting sepanjang test berlangsung. Seminggu kemudian, peserta kembali ke laboratorium dan menjalani test yang sama dengan meminum air minum yang sebaliknya.

Hasil
Dari hasil test, peneliti menemukan bahwa meminum air oksigen tidak menimbulkan dampak apa-apa bagi peserta. Test kedua dilakukan langsung setelah test pertama untuk menyelidiki apakah air oksigen dapat memperpendek waktu istirahat. Ternyata, level oksigen dalam darah tidak dapat meningkat atau tidak dapat meningkat secara cukup untuk mempengaruhi pengiriman oksigen ke jaringan tubuh.

Peneliti juga melakukan dissolved oxygen analysis untuk 2 merek air oksigen. Hasil test membuktikan bahwa kedua merek memiliki kandungan oksigen yang 3x lebih rendah dari air minum biasa.

Kesimpulan
Saat ini, tidak ada penjelasan ilmiah atau logika rasional yang menyarankan bahwa meminum air oksigen dapat meningkatkan kadar oksigen pada tubuh. “Kesimpulannya adalah air oksigen tidak lebih berkhasiat dari air biasa,” kata pemimpin peneliti John Porcari, PhD. “Mekanisme fisiologi tidak disana untuk mendapatkan ekstra oksigen dari air itu. Maka tidak ada jalan fisik bahwa produk ini dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah.”

Porcari mengatakan hasil riset ini sama sekali tidak mengejutkan para peneliti. Hanya ada dua cara yang mungkin untuk membawa oksigen kedalam darah: Oksigen terikat dengan hemoglobin atau dilarutkan dalam plasma. Bila kita berolahraga, hemoglobin sudah 97%-98% dipenuhi oleh oksigen. Tentu, hanya ada sedikit ruang untuk improvisasi dalam hal ini.” Dan hanya ada satu cara untuk meningkatkan kadar oksigen yang larut dalam darah: meningkatkan tekanan oksigen sebagian di paru-paru dengan cara bernafas hyperoxic (oksigen dengan persentase lebih tinggi) atau hyperbaric (tekanan yang lebih tinggi dari tubuh) pada saat berolahraga.

Porcari juga mengatakan bahwa air oksigen harus melalui usus, sedang agar oksigen dapat terserap, haruslah melalui urat darah halus. “Tidak ada perbedaan antara air oksigen dengan air biasa. Mereka bisa saja memompa ribuan mililiter oksigen dalam air, tapi tidak ada mekanisme fisiologi untuk dapat mendapatkan oksigen tersebut ke dalam aliran darah.&background



















0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Google+ 0 Filament.io 0 Flares ×

,


RSS Feeds

Juli 2019
S S R K J S M
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Arsip

Data Statistik

Sejak : 29.
Sudah tampil sebanyak 29 kali.
Browser Anda : .
IP Anda : 220.181.125.149.
Sistem Operasi Anda : .

Arus Pengunjung


Peringkat Situs

Sumbangan


3
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics
Pasang iklan anda disini